huuh...
Jika bukan iman yang membentengi, mungkin sekarang aku sudah tidak berharga lagi...
Beberapa bulan yang lalu, aku berkenalan dengan seseorang. Pastinya laki2. Secara fisik dia menarik, pribadinya juga menyenangkan. Dia juga banyak memberi perhatian sejak pertama kita kenal.
Lambat laun, dugaan ku menjadi nyata. Dia menyatakan perasaannya dan memintaku menjadi pacarnya. UPzzz, Keimananku kembali di uji. Indahnya cinta mencoba merubuhkan tembok prinsipku yang kubangun dengan susah payah, yaitu "GAK MAU PACARAN SEBELUM NIKAH"
Kali ini aku hapir tergoda...benar-benar nyarissss tergoda. Kebaikan hatinya, ketulusannya menyayangiku membuatku, berfikir untuk menerimanya...
Awalnya dia bisa menghargai aku dan prinsipku...tapi lama kelamaan, rasa cinta yang ada di hatinya menjadi nafsu ingin memiliki, yang meracuninya dan meracuniku juga.
Kita sepakat untuk tidak bertemu dan hany komunikasi lewat telp. Aku senang. Cobaan itu menjadi lebih ringan. (pada awalnya ....)
Ternyata, rasa rindunya membuncah, melambung tinggi menyentuh batas akhir keimanannya. berubah menjadi nafsu yang tak terkendali. Suatu waktu, Dia memaksaku untuk mengakuinya sebagai "PACAR". dan mngucapkan kalimat keramat "I LOVE U" O..Ow!
Dengan segala upaya, dia mencoba. Hampir saja, Sedikit lagi... ya.... sedikit lagi aku meruntuhkan imanku, dan menjadi pecundang yang menjilat ludahnya sendiri. Tapi Alhamdulillah wa Syukurillah, ALLAH masih sayang dengan ku.
Seketika itu, kubanting ponsel CDMA-ku,dan ..................Tit...................... mati!
huuuh...begitu kerasnya ombak.. sebegitu deras cobaan mengalir mencoba menggoyahkan prinsipku.
Hampir Saja... Aku tergoda!!!
Baiknya, kawan2qw yang memiliki prinsip seperti aku, lebih kuat untuk menjaga diri... dekat dengan Allah adalah kunci nya.
Rabu, 29 April 2009
Langganan:
Komentar (Atom)
