Sabtu, 28 Maret 2009

PACARAN vs TA'ARUF

Lebih dari 85% muda mudi di dunia ini pasti pernah ngerasaain yg namanya PACARAN. Gak sedikit juga yang menjalani TA'ARUF. Yang akan dibahas disini adalah, bagaimana imbas dari status yang dimiliki pada tindakan sepasang insan yg saling mencintai.
sebelum QW berkomentar tentang PACARAN dan TA'ARUF, kita samakan persepsi dulu. Biasanya kalo ada Wnita+PRia yg saling menyayangi atau mencintai lalu mereka setuju memiliki komitmen untuk saling terikat maka dalam sebuah status, itu disebut PACARAN. Sedikit berbeda dengan TA'ARUF, bila ada PRia yg memiliki niat baik saling menyayangi dan mencintai pada seorang Wnita, lalu PRia itu menyatakan niatnya melalui keluarga untuk menjalani hubungan penjajakan pra nikah itulah yg disebut TA'ARUF.

Dalam hal niat keduanya sudah berbeda. namun pada jaman yang semakin rawan ini, istilah TA'ARUF sering disalah gunakan hanya untuk mengubah pandangan orang terhadap sebuah hubungan yg dijalaninya. Misalnya, Salma dan Iman saling mencintai dan ingin memiliki komitmen, karena mereka tau bahwa PACARAN itu dilarang oleh agama (ISLAM) maka mereka memakai istilah TA'ARUF untuk mensyahkan status hubungan mereka, padahal mungkin mereka berdua belum siap untuk melangkah ke jenjang yg lebih serius yaitu menikah.

Pada kasus PACARAN juga tak selalu buruk. Contohnya, Ani dan Doni saling mencintai dan ingin saling memiliki, kemudian mereka memiliki komitmen berstatus PACARAN, namun karena mereka sama2 sadar akan statusnya yg belum halal, mereka berkomitmen untuk menjaga perilaku masing2, dan tidak melakukan hal2 yang tak sesuai agama. salah satunya tak saling bertemu dalam frekuensi sering.
Segalanya memang tergantung setiap pasangan menjalaninya, PACARAN atau TA'ARUF bisa baik bisa buruk. Sebenarnya hanya soal status saja. Keduanya bisa saja berimbas pada tindakan yang tak diiginkan.

Sekarang yuuk, kita liat plus minusnya PACARAN. PLusnya>> dua insan yang saling menyayangi dapat saling mengungkapkan perasaan yang mereka miliki. (hmmmm...apalagi y?menurut saya cuma itu saja) Minusnya>> (luamayan byk neeh kyknya..) Karena mereka merasa saling memiliki, maka mereka bebas untuk melakukan apa saja yang dilarang agama (minimal Bersentuhan/Gandengan, selanjutnya Berpelukkan, Ciuman dll). kedua, pasangan yg PACARAN, biasanya sangat sensitif perasaannya, pasti ada CEmburu dan kembali lagi karena "rasa memiliki" ujung2nya mudah merasa sakit hati bila perilaku atau keadaan tidak sesuai dengan yg diinginkan.
ketiga, karena terikat oleh status, sehingga kecil kemungkinan PRia atau Wnita untuk menjalin hubungan dengan beberapa orang. tujuannya yaitu untuk mencari pasangan terbaik. (klo pacaran kan gk bisa hunting2..)

Giliran TA'ARUF, Plusnya>> karena didasari oleh ketentuan dalam agama, maka ada batasan yg mencegah pasangan untuk melakukan hal yang berbahaya. karena dalam praktek TA'ARUF yg sebenarnya, PRia dan Wnita tak saling berhubungan fisik (mxdnya, ktmu or jln bduaan) berduaan saja, sebab ada pihak keluarga. kdua, TA'ARUF memungkinkan untuk sang PRia maupun Wnita untuk memiliki pasangan terbaik. sebab dalam proses awal TA'ARUF ada perkenalan profil calon pasangan melalui orang terdekat dan terpercaya yang jujur dan juga ada seleksi dari pihak keluarga terdahulu. sehingga memungkinkan untuk kita mendapatkan PRia atau Wnita yg baik dan sesuai keinginan. TA'ARUF jg dpet pahala karena memiliki niat ibadah. Buat perasaan kita, kita akan terjaga dari yg namanya "Cinta Mati" atau "Cemburu Buta" karena ada akad yg gak bisa dilanggar dan ada batasan tak tertulis dan kasat mata supaya kita tidak mencintainya secara berlebihan. Minusnya>> Kita gak bisa langsung mengenali sesorang tersebut sejak awal, NO jalan br2, and NO mesra2an. TA'ARUF memiliki batas waktu dimana bila sudah sampai waktu yg ditentukan sang PRian tak juga melaksanakan niatnya maka harus ada perbaruan akad. apesnya, kalau sang sang calon pasangan mendapat info yg sesat yaaa... trima ja. hehehhe

Lalu, bagaimana menilai kondisi pasangan muda di Indonesia???
Apapun status yg disandang, tak meutup kemungkinan perilaku menyimpang itu terjadi. Dan mungkinjuga mereka yg menyandang status pacaran tetap menjaga hubungannya agar tidak terjerumus ke perilaku menyimpang.
klo aku pribadi memilih TA'ARUF, walaupun gak se'extreme itu. tapi paling gak Qt gak pernah ketemu, atau kalo harus ktmu puuun, didampingi saudara, teman, sahabat dll yg bisa dipercaya.
Dan mengungkap kan rasa sayang HANYA melalui SMS atau Call.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar